BERAPA PENGHASILAN MINIMAL yg HARUS ANDA DAPATKAN AGAR HIDUP dgn NYAMAN?

Berapa penghasilan atau pendapatan minimal yang harus kita peroleh untuk bisa hidup secara layak, ditengah kepungan kenaikan harga yang tak pernah kunjung berhenti menari?

10 juta per bulan? 15 juta? Atau 30 juta?

Mari kita sejenak luangkan waktu untuk dengan sungguh-sungguh menghitung berapa banyak kebutuhan hidup kita – demi meraih kehidupan yang penuh sejahtera nan bahagia……

Perhitungan disini mengambil asumsi bahwa Anda sudah berkeluarga dengan dua anak dan tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar.

Kalau yang masih jomblo, ya hitungan ini bisa Anda anggap juga sebagai persiapan kalau kelak menikah dan punya anak.

Mari kita mulai dengan biaya untuk kebutuhan hidup sehari–sehari.

1. Biaya Kebutuhan Hidup Sehari-hari

Berapa biaya kebutuhan hidup sehari-hari untuk sebuah keluarga dengan dua anak di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya atau Medan?

Kebutuhan sehari-hari yang pertama adalah untuk makan.

Tiap makan katakan butuh biaya Rp 10 ribu per orang. Kalikan tiga kali makan sehari jadi Rp 30 ribu. Kalikan empat anggota keluarga jadi Rp 120 ribu per hari, atau 3,6 juta per bulan.

Lalu ditambah biaya untuk beli sabun mandi (jangan lupa merknya Lifebouy), odol, sabun cuci pakaian dan sejenisnya.

Ditambah lagi biaya listrik, PAM dan uang hiburan sesekali ke mal sekeluarga.

Estimasi saya, Anda mesti mengeluarkan minimal total uang sejumlah Rp 5 juta per bulan untuk kebutuhan hidup yang paling basic ini.

2. Biaya Pendidikan Anak

Oke, sekarang banyak sekolah SD Negeri yang gratis dan murah meriah. Namun kalau sekolah negeri biasanya pendidikan agamanya kurang mendalam.

Padahal untuk anak tingkatan SD, maka pendidikan agama adalah hal yang fundamental.

Kalau Anda mau menyekolah anak-anak Anda di SD swasta yang favorit atau pendidikan agamanya bagus, maka biayanya lumayan mahal.

Ditambah uang saku dan dana untuk membeli perlengkapan sekolah, bisa habis Rp 500 ribu per anak per bulan atau Rp 1 juta untuk dua anak per bulan.

3. Biaya Transportasi dan Komunikasi

Biaya transportasi adalah biaya pergi pulang ke kantor atau tempat usaha, dgn naik angkutan umum atau beli bensin jika pakai kendaraan pribadi.

Biaya komunikasi adalah biaya beli pulsa tiap bulan baik untuk Anda ataupun istri/suami Anda.

Kombinasi total biaya transportasi dan komunikasi adalah sekitar Rp 1 juta per bulan.

4. Biaya Kredit Rumah

Biaya beli rumah adalah salah satu momok bagi keluarga muda Indonesia. Diperkirakan sekitar 60% keluarga yang baru menikah kesulitan biaya untuk bisa membeli rumah.

Sebuah fakta yang kelam dan muram.

Harga rumah memang makin melangit. Di kota penyangga Depok, Bogor dan Bekasi, atau Tangerang, harga rumah ukuran 70M2 sudah tembus Rp 500juta rupiah.

Jika ditotal cicilan beli rumah dan cicilan DP ini adalah yang paling banyak menghabiskan penghasilan Anda.

Rata-rata Anda harus mengeluarkan dana hingga Rp 6 juta per bulan untuk cicilan ini.

5. Biaya Kredit Mobil

Komponen ini memang opsional, dan bukan sesuatu yang mutlak harus ada. Namun jika Anda sudah punya keluarga dan dua anak, maka memiliki mobil mungkin sebuah kebutuhan.

Mungkin mobil diperlukan untuk pergi sekeluarga ke mal atau silaturahmi, atau kalau harus mengantar anak berobat ke rumah sakit.

Jika Anda membelinya dengan kredit (65 % masyarakat kita membeli mobil dengan kredit) serta dalam jangka 5 tahun; plus biaya perawatan, maka itu dana yang mesti Anda siapkan sekitar Rp 4 juta per bulan untuk keperluan ini.

Jadi berapa total dari semua komponen biaya diatas?

TOTAL : Rp 17 juta per bulan. Ya, angka inilah jumlah total dari rincian pengeluaran diatas.

Dengan dana sebesar itu, Anda baru sanggup membeli rumah sendiri, dan juga mencicil untuk membeli mobil idaman keluarga baru Anda.

Tentu saja jika Anda bisa berhemat – misal tidak perlu beli mobil atau anak cukup sekolah di SDN Negeri; atau rumah cukup tinggal di Pondok Mertua Indah 🙂

Jika Anda bisa berhemat, maka pengeluaran Anda tentu tidak harus sebesar diatas.

Namun saran saya, daripada pusing memikirkan apa yang bisa dihemat, lebih baik pusing pikirkan bagaimana caranya meningkatkan penghasilan Anda secara dramatis.

Akhir kata, bagi yang sudah menembus angka itu, alhamdulilah. Anda layak bersyukur.

Namun bagi yang belum atau masih jauh dibawahnya, tetaplah optimis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *