Kebiasaan bos Amazon

Jeff Bezos adalah orang yang merancang sebuah rencana besar yang mengubah cara orang berbelanja selamanya. Dia menyebutnya “Toko Segalanya,” tempat di mana, dengan menggunakan kekuatan Internet yang belum termanfaatkan, orang bisa membeli hampir semua barang. Dua puluh tahun kemudian, toko menghasilkan miliaran di seluruh dunia dan mengikuti nama Amazon.com.

Apa yang menumbuhkan ide yang ditanam di garasi Bellevue menjadi salah satu bisnis paling sukses saat ini? Dedikasi, inovasi, dan 7 kebiasaan cerdas yang bisa Anda gunakan untuk menumbuhkan kesuksesan perusahaan Anda sendiri.

1. Fokus pada Pelanggan
Jeff Bezos mengerti sejak awal, keuntungan bisnis online adalah dalam mengukur perilaku pelanggan. Selama bertahun-tahun, Amazon terus menambahkan fitur yang bertujuan membuat pelanggan mereka senang, yang pada gilirannya, meningkatkan penjualan perusahaan.

Lihatlah ulasan buku Amazon.com, sebagai contoh. Meskipun menerima teguran dari penerbit, Amazon mendorong pelanggan untuk memposting pemikiran mereka, bahkan jika pemikiran itu penting atau negatif. Pelanggan menyukai berbagi wawasan dan membaca yang lain, ulasan adalah salah satu aspek terpercaya dari platform e-niaga modern.

2. Latih Berhemat
Meskipun tidak secara geografis jauh dari kantor Silicon Valley yang mewah dan mewah, Amazon mulai beroperasi di sebuah ruang fungsional sederhana di negara bagian Washington dan beroperasi di pasar. Berhemat adalah kebiasaan Amazon dan tampaknya membantu perusahaan untuk fokus pada hal yang paling penting pelanggannya dan inovasi yang berkelanjutan.

Apa artinya berhemat untuk Amazon? Sebagai permulaan, karyawan membayar tiket parkir mereka sendiri, makanan ringan di kantor tidak gratis, dan saat bepergian, karyawan tidur di kamar double. Secara umum, Amazon bukanlah tempat di mana staf menghabiskan waktu santai untuk melakukan brainstorming sambil minum kopi. Normalnya adalah bekerja lama, keras, dan cerdas, tanpa kompromi terhadap salah satu dari ketiganya.

3. Buat Aturan Sendiri
Apa pertemuan internal tanpa PowerPoint? Nah, di Amazon, itu dimulai dengan argumen tertulis. Siapa pun yang ingin mengajukan ide baru harus terlebih dahulu menyaring pikirannya ke dalam dokumen setebal 6 halaman. Sebelum keputusan dibuat, mereka yang terlibat, termasuk Bezos sendiri, harus meluangkan waktu untuk membaca dan membedahnya.

Aturan lain yang diperkenalkan oleh Bezos adalah Tim Dua-Pizza, tim tidak harus begitu besar. Menurut Bezos, kelompok yang lebih besar kurang produktif, sehingga perusahaan diatur menjadi unit otonom 10 atau kurang yang bersaing untuk mendapatkan sumber daya (tapi bukan pizza) dalam misi mereka untuk membuat pelanggan mereka lebih bahagia.

4. Pikirkan Untuk Jangka Panjang
Bezos memulai Amazon dengan permainan panjang dalam pikiran permainan yang berarti menerima kerugian jangka pendek yang tidak semua orang mengerti.

Pertimbangkan e-book. Ketika e-book pertama kali masuk pasar, kebanyakan penerbit menjualnya dengan harga setara dengan edisi cetak mereka. Bezos, bagaimanapun, memproyeksikan bahwa harga jangka panjang mereka akan sekitar US$ 10 dan mulai menjualnya seharga US$ 9,99. Awalnya, keputusan ini menghasilkan kerugian sekitar US$ 5 per e-book, namun saat harga akhirnya turun, Amazon sudah menjadi yang terbaik untuk e-book. Dengan strategi mengejutkan ini, dia juga meletakkan dasar bagi kesuksesan terbesar perusahaan.

5. Risiko
Sebelum gagasan besar di garasi Bellevue itu lepas landas, Jeff Bezos memiliki pekerjaan aman dengan dana lindung nilai. Tetap saja, dia berhenti, berdiri di garasi orang tuanya dan menuangkan tabungannya untuk membuat Segalanya menjadi kenyataan. Dan itu berhasil.

Saat ini, Amazon beroperasi dengan alasan bahwa risikonya layak mendapat pahala. Pendekatan ini telah menyebabkan jepitan seperti Amazon Auctions, sebuah divisi yang tidak dapat bersaing dengan eBay di pasar, namun juga menghasilkan Pembelian 1 click Amazon yang sangat sukses. Untuk mendukung budaya inisiatif dan perusahaan, Bezos menciptakan penghargaan, memberikan penghargaan kepada kedua karyawan yang mencoba dan berhasil, dan juga kepada mereka yang mencoba dan gagal. Pesan utamanya adalah bahwa mengambil risiko lebih baik bersikap terlalu takut untuk bergerak.

6. Biarkan Data Putuskan
Mungkin mengejutkan And, Amazon.com memulai sebagai toko buku. Pemilihan produk awal bukanlah kecelakaan bahagia di bagian Bezos, melainkan hasil dari melihat panjang fakta-fakta yang sulit. Buku bisa dikirim tanpa putus dan tidak akan pernah habis masa berlakunya (meski pengetahuan di dalamnya tumbuh basi). Singkatnya, buku adalah produk ideal untuk e-commerce.

Setiap aspek perilaku perdagangan dan pelanggan sangat terukur, sehingga Bezos menuntut agar semua keputusan didasarkan pada kecerdasan itu.

7. Tetap Lapar
Tak henti-hentinya belajar, berkembang, dan berinovasi bisa menjadi bahan utama kesuksesan. Amazon mulai dengan buku, tapi tidak lama setelah mereka mendapatkan pijakan daripada mereka menaklukkan musik, film, elektronik, dan mainan. Kemudian datanglah Kindle dan dengan itu mereka memenangkan ceruk pasar mereka. Bahkan sekarang, ada layanan Amazon yang benar-benar berada di bawah radar untuk kebanyakan konsumen. Tahukah Anda bahwa Amazon Web Services menyediakan layanan komputasi awan untuk bisnis besar pemerintah AS dan bahkan NASA?

Berikut adalah yang bisa Anda pelajari dari Jeff Bezos pendiri e-commerce Amazon. Semoga menginspirasi.

Kisah perjuangan anak india jadi CEO google

Pichai Sundararajan, atau lebih banyak dikenal dengan nama Sundar Pichai tentu sangat terkenal di jagat teknologi. Bagaimana tidak, dia CEO atau direktur utama Google, sebuah jabatan sangat mentereng. Hal yang mungkin tak pernah terbayangkan saat masa kecilnya, jauh di India.

Sundar memang bukan orang asli Amerika Serikat. Ya, sudah bisa ditebak dari namanya, Sundar Pichai itu orang India. Dia dilahirkan di selatan kota Chennai, India, pada 44 tahun yang lalu.

Ayahnya bekerja di konglomerasi Inggris, General Electric Company. Tapi gajinya kecil. Sang ayah berkisah anaknya itu sudah tertarik dengan teknologi sejak belia.

“Aku sering bicara padanya soal pekerjaanku dan tantangannya. Bahkan saat masih berusia muda, dia sudah ingin tahu soal pekerjaanku. Kupikir, hal itu membuatnya tertarik pada teknologi,” kata sang ayah, Regunatha Pichai.

Sundar tumbuh besar di apartemen dua kamar bersama orang tua dan saudara laki-lakinya. Tidak ada kemewahan di masa kecil itu, tidak ada mobil bahkan televisi.

Dikutip detikINET dari Guardian, untuk bepergian, mereka harus berdesakan di bus kumuh atau memakai sepeda motor jenis Vespa yang baru bisa dibeli setelah menabung tiga tahun. Kadang tak segan mereka berempat berhimpitan naik vespa tersebut.

Pada umur 12 tahun, keluarga Sundar memasang telepon, benda yang sangat disukainya. Dasar punya otak cemerlang, Sundar dapat mengingat semua nomor telepon yang pernah dihubunginya.

Kumar Sankaralingam, tetangga keluarga itu, mengingat dengan jelas sosok Pichai di masa mudanya. “Dia itu sangat pemalu tapi suka berpendapat tentang apapun,” kata Kumar.

“Aku tak bisa percaya dia menjadi CEO Google. Itu adalah keajaiban bagi dia dan juga bagi kami. Kami sangat bangga padanya,” ia melanjutkan.

“Mereka keluarga yang rendah hati. Ayahnya mendapat sekitar Rp 500 ribu sebulan yang cukup untuk saat itu. Ayahnya adalah teladan bagi Sundar,” sebut Kumar lagi.

Bagaimana cerita Sundar sehingga dari keluarga yang biasa saja itu dapat meroket namanya di dunia teknologi? Jangan lewatkan di artikel berikutnya

Gaji pas-pasan, otaknya makin goblok

Yang bilang kalimat diatas bukan saya lho, namun para peneliti ekonomi dari Harvard University.

Penelitian mereka mengungkap fakta yang muram dan mengejutkan : orang yang penghasilan atau gajinya pas-pasan, dalam jangka panjang daya kognisi dan kemampuan otaknya akan makin mandul.

Alias orang itu akan menjadi makin tulalit. Alias menjadi makin goblok.

Nah lho.

Studi gabungan tim peneliti dari Harvard itu, melalui serangkaian eksperimen menemukan fakta : daya kognisi orang dengan penghasilan yang pas-pasan atau bahkan terbatas, akan makin menurun, dan kemampuannya untuk melakukan problem solving menjadi makin memburuk.

Kenapa orang yang penghasilannya terbatas menjadi makin tulalit?

Sebabnya sederhana : karena kemampuan atau kapasitas otak kita itu sejatinya terbatas.

Saat otak kita dibebani pikiran ttg kondisi finansial yang sulit, maka tak ada lagi tersisa ruang dalam otak kita untuk berpikir kreatif tentang solusi.

Apa yang terjadi saat pikiranmu dibebani stress karena memikirkan kondisi keuangan yang serba terbatas?

Cadangan energi otak Anda untuk menyelesaikan beragam problem lain secara kreatif, menjadi habis.

Kapasitas otak Anda sudah habis memikirkan kondisi keuangan yang serba sulit; dan otak Anda menjadi makin tulalit saat diminta menuntaskan problem lain dalam hidup (misal problem pekerjaan, peluang usaha, dll).

Eksperimen itu juga menemukan fakta yang agak lucu namun valid : kecerdasan otak kita saat tanggal muda cenderung lebih bagus dibanding kecerdasan kita saat tanggal tua.

Jadi kalau Anda merasa lebih goblok pas tanggal tua, ndak perlu merasa panik. Hal ini memang wajar adanya

Btw, hasil penelitian ilmiah itu juga memunculkan lingkaran setan yang kelam sepert berikut ini :

orang yang penghasilannya pas-pasan maka kemampuan otaknya akan makin menurun >> membuat kreativitas orang itu menurun >> karena otaknya makin tulalit dan makin tidak kreatif >> maka penghasilannya akan semakin menurun juga >> penghasilan makin menurun, maka kemampuan otak makin menurun.

Lingkaran setan yang muram bukan?

Itulah yang mungkin menjelaskan kenapa sebagian besar orang gagal mengubah nasib; dan penghasilannya tetap stagnan dalam jangka panjang.

Jadi apa SOLUSINYA?

Ada 3 tips praktis untuk menjadi solusi dari keadaan kelam diatas.

Tips # 1 : tetap terus tekun belajar mengembangkan kemampuan diri.

Baca dan pelajari ilmu-ilmu yang berguna, lalu PRAKTEKKAN. Kalau semua ilmu dan tips cuma dibaca, tapi tanpa dipraktekkan ya dampaknya tidak akan ada.

Sebab TEORI tanpa AKSI adalah ILUSI. Sementara AKSI tanpa TEORI adalah ANARKI.

Mungkin sudah tepat, Anda bergabung di grup ini. Sebab grup ini banyak menghadirkan ilmu bergizi tentang pengembangan diri dan peningkatan bisnis kamu.

Dengan terus mempelajari dan mempraktekkan tips-tips yang ada di grup ini, kamu mungkin bisa terus meningkatkan kemampuan sel otak Anda. Agar tidak makin tulalit 🙂

Tips # 2 : terus memelihara optimisme dan harapan….

Sebab masa depan hanyalah milik orang-orang yang masih percaya dengan harapan hidup yang lebih baik.

Optimisme dan harapan akan masa depan yang lebih baik akan membuat kita terus mau bergerak. Keyakinan akan hasil yang lebih baik akan membuat kita terus gigih mencoba melakukan aksi real. Bukan cuma bengong dan plonga-plongo 🙂

Sebab penelitian juga menunjukkan, kalau kita terlalu banyak bengong dan tidak melakukan AKSI NYATA (tidak banyak bergerak alias mager), maka sel-sel otak kita malah makin mudah layu.

Orang yang terlalu banyak santai dan cuma baca-baca media social, dan tidak banyak melakukan gerakan nyata (aksi real), terbukti makin lama justru akan makin bodoh. Daya kognisi dan sel otaknya makin nyungsep. Wadoh.

Tips # 3 : Take Massive Action
Makanya, tips terakhir agar sel otak kita tidak mudah layu adalah : just do it. Bergeraklah. Take massive action.

Dengan action, dan tekun mempraktekkan ide-ide yang ada, Anda melatih sel otak Anda untuk terus tumbuh dan berkembang.

Ingat prinsip ini: mager akan membuat sel otakmu layu. Aktif bergerak dan rajin action akan membuat sel otakmu terus tumbuh.

Rajin action dan gigih praktek juga bisa membuat kita jeli melihat peluang perbaikan. Sebab pengalaman nyata dari action adalah guru yang terbaik bagi kehidupan.

Salam sukses penuh barokah,
Yodhia Antariksa

Download gratis 7 materi presentasi bagus tentang kiat sukses bisnis di :
.
www.MenjadiWirausaha.com/sukses

Pengalaman kerja di Upwork


Anakku sekarang umurnya 2 tahun, sedang lucu2 nya kata orang… dan pengalamanku juga kayak gitu…
Teringat dulu waktu dia masih di dalam kandungan, istriku pulang kampung duluan ke Kediri sementara aku ngurusin kerjaan yg belum beres di Bandung. Klo ga salah waktu itu masih sama klien Canada. Namanya Tim, orangnya ramah dan suka dengan budaya internasional.

Di masa itulah…pertama kali aku ngobrol2 sama Om Syaiful Sabril buat bikin kursus online mengenai Ruby on Rails…
Wah 2,5 tahun yg lalu berarti yah…ga terasa…waktu berlalu begitu cepat…

Waktu itu kenapa pengen bikin training online, misi nya simple…

Selama ini Om Syaiful kebanyakan kerjaan, tetapi ga mampu handle sendirian…
Itu karena skill bernama Ruby on Rails ini sedang hot-hot nya di USA sana.
Gimana gak hot, hampir sebagian besar startup memilih menggunakan Ruby on Rails untuk membangun aplikasi web nya.
Ruby on Rails jadi salah satu tools yang powerful karena kesimpelan dan kecepatannya dalam web development.
Apalagi ditambah dengan deretan website besar yang sukses dibangun seperti Twitter, AirBnB, Shopify, Groupon, Github, dlsb…
Makin populerlah si Ruby on Rails ini di negara Paman Sam…

Ada gula ada semut, jika banyak permintaan maka harga makin naik begitulah hukum ekonomi.
Oleh karena itu programmer-programmer Ruby on Rails bergaji sangat mahal.
Kalau ngintip Upwork profile nya Om Syaiful, saat ini dia membandrol $70/jam untuk jasa pemrograman Ruby on Rails.

Ya, Anda gak salah hitung…hampir 1jt rupiah /jam nya.

Lah terus apa iya ada yang mau bayar segitu?
Intip lebih dalam lagi Upwork profile nya dan Anda bakal menemukan bahwa dia sudah bekerja sebanyak 9.324 jam.
Itu pekerjaan jam2an yang dicatat oleh Upwork, belum pekerjaan borongan yang diselesaikan tanpa dicatat berapa jam pengerjaannya.
Jadi inget teori nya Malcolm Gladwel bahwa untuk menjadi expert tingkat dunia, seseorang harus mau menghabiskan waktu 10.000 jam dalam sebuah bidang. Ga heran klien nya Om Sabril membentang luas di internasional.

Apakah semua ribuan jam yang dicatat oleh Upwork itu dihargai 1jt per jam oleh Syaiful?
Tentu saja tidak, sama seperti yg saya lakukan…dia mulai dari pekerjaan2 kecil selagi mengasah skill nya.
Kalau kepo pengen tahu berapa dia sudah dapat dari satu platform bernama Upwork ini…Anda bisa lihat angka $200.000 , tinggal mengalikannya saja dengan kurs rupiah saat ini yang ada di Rp.13rb sekian…
Belum dihitung yang diluar platform Upwork ataupun yang direct client.

Menguasai skill bernama Ruby on Rails ini peluang…karena trend nya sedang menaik…
Dan lebih gampang menaiki trend dari pada menciptakan trend.
Trend di USA, kebutuhan atas orang yang menguasai skill ini semakin banyak…

Mas Syaiful aja sampai harus membuat tim buat menghandle pekerjaan2 yang berdatangan, tetapi tetap…masih lebih banyak yang minta dikerjakan daripada yang bisa dikerjakan.

Kalau lihat di Upwork saja, ada 800an pekerjaan dengan kata kunci Ruby

Peluang pasarnya… milyaran di situ…

Apalagi gelombang trend naik ini mulai merembet ke Indonesia.

Startup-startup conference mulai bermunculan di Jakarta dan kota2 besar lainnya.
Para Venture Capitalist mulai melirik potensi2 pemuda Indonesia dalam membuka emerging market…pasar yang merekah…
Apakah kamu punya ide untuk membuat startup?
Nah sekaranglah saat yang paling ideal buat mewujudkannya…
Siapa tahu startup mu jadi besar seperti facebook, airBnB, twitter dll…
Atau seperti lazada yang dibeli oleh Alibaba dengan harga fantastis: 13 Trilyun….
Apa yang mau kamu lakukan dengan uang sebanyak itu?
Liburan ke pulau eksotis?
Jalan2 ke eropa?
Bikin project sosial ke africa seperti yg dilakukan oleh Bill gates?
Solving bigger problem seperti Elon Musk dengan obsesi nya membuat koloni di Mars sebagai solusi bumi yang semakin crowded?

Ini peluang… dan gelombang yang sudah lewat akan sulit untuk dikejar lagi…
Entah kapan akan datang lagi…entah kapan akan terlihat lagi…

Tapi gimana dong mas… Saya kan gak bisa mrogram?

Tenang…semua ada jalannya…

Alhamdulillah hari ini saya ketemu lagi sama Syaiful dan dia setuju untuk menurunkan ilmunya…

Misi nya adalah… agar dollar2 ini tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang saja di Indonesia…
Agar potensi2 para pemuda bisa termaksimalkan dengan mempunyai skill2 baru
Agar bisa berdaya guna, masa muda dipenuhi oleh karya…
Bukankah sebaik2nya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya?
Bermanfaat karena bisa menghidupi diri sendiri dan engga ngrepotin orang lain…
Bermanfaat karena bisa menghidupi anak istri…
Bermanfaat karena bisa membangun tim dan menghidupi orang lain…

So brother and sister…

Buat yang berminat, bisa ikut di kelas Training online menjadi programmer sukses dengan Ruby on Rails…

Di sini akan diajari dari nol…dari dasar banget…nget….

Investasinya berapa?
Yah perjam nya Syaiful aja hampir satu juta.
Apalagi sekarang sudah ada tim yang artinya pemasukan dia juga punya nilai kali.

Tapi mikir2…kami juga punya misi sosial di sini…

Tapi juga jangan gratis, karena pengalaman yang sudah2… dikasih gratis malah hanya untuk “sekedar tahu” tanpa dipraktekkan. Kayak buku Panduan praktis jadi online freelancer yang saya buat, sudah di download lebih dari 7000 orang, tetapi yang praktek hanya sedikit sekali…

Jadi gimana caranya biar tetap terjangkau? Berapa harga yang pas untuk menghargai skill nya Om Syaiful ini?

Akhirnya dari diskusi kami berdua, kami putuskan training ini biayanya Rp.497rb saja per bulan.

Targetnya dalam waktu 3 bulan atau kurang sudah bisa punya portfolio yang bisa dijajakan ke klien2 luar negri.

Oh ya, tidak hanya punya target untuk bisa menguasai ilmu ruby on rails, tetapi juga tidak kalah penting…bagaimana mencari dan mendapatkan klien2 luar negri.

Trainingnya akan diadakan setiap hari Sabtu selama 2 jam.
Akan ada recording session bagi yang ketinggalan, tetapi sangat diharapkan bisa hadir pada saat live.
Bakal dibuatin group support buat bebass nanya kesulitan2 yang didapat.

Tapi maaf, saat ini baru bisa terbatas hanya 20 orang saja…
Hal ini dikarenakan karena kemampuan kami menghandle baru sebanyak itu.

Dan kami lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas.
Kalau ada yang bisa belajar dengan rajin dan akhirnya punya skill bagus… tidak menutup kemungkinan buat masuk dalam tim dan menghandle klien2 yang membutuhkan…

Jadi apa aja yang kamu dapat?
– Live training seminggu sekali, 4x sebulan
– Materi Ruby on Rails, programming yang lagi hot di USA dan merembet ke Indonesia
– Materi bagaimana cari klien dan memasarkan skill yang dimiliki
– Recording session buat yang ketinggalan materi
– Group support buat bebas nanya kesulitan yang dihadapi

Nah…apakah kamu minat?
Buruan inbox saya…hanya untuk 20 orang saja…
Kirim nama, email, no hp, dan pekerjaan saat ini, juga komitmen untuk belajar dan sukses…

————————-
UPDATE, 12 JAM SETELAH LAUNCH… Guys, brother and sister… slot udah penuh yaaa… 🙂
Sementara kita cukupkan segini dulu… klo banyak2 nanti khawatir engga kehandle…

Buat yang udah inbox datanya tp blum transfer… ditunggu sampai siang ini

Terima kasih… dan jangan pernah berhenti berkarya 🙂 (y)
————————–

Tidak punya pengalaman programming? Well… every expert start from newbie…semuanya mungkin buat yang mau belajar dan berusaha…

So…good luck buat menyambut trend yang akan datang…
Trend digital yang mengglobal…
Good luck untuk mewujudkan karya2 terbaik dalam hidupmu…
Good luck untuk menjadi sebaik2nya manusia…yang bisa menghidupi diri sendiri dan juga orang lain…

I’ll see you at the course,
Awan Rimbawan & Syaiful Sabril

*psst, jangan bilang2 ya….ada diskon 10% buat yang share status ini…*

 

sumber: link

Belajar Cape – Cape, Ujungnya Nganggur Juga !

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan jumlah pengangguran di Indonesia per Februari 2017 tercatat mencapai 7,01 juta orang. Tingkat pengangguran tertinggi adalah lulusan sekolah menengah kejuruan dengan persentase 9,84 persen.

Bagi saya justru ini angka yang bagus, karena semakin nganggur seseorang maka semakin besar peluangnya untuk menghasilkan income.

Ingat, saat kita belajar dari TK – Kuliah selama 18 tahun, kita belajar skill untuk bisa bekerja bukan skill untuk bisnis.

Sehingga kita bisa gunakan skill itu untuk menghasilkan uang. Kalau mau bisnis apa Anda sudah punya skill? Ya belum…

Maka dari itu Anda harus belajar bagaimana mengasah skill bisnis, sehingga skill tersebut bisa menghasilkan uang

Tapi yang saya lihat, orang ga sadar, ketika ia mau mulai bisnis #EHH malah udah skeptis duluan.

Ditawarin bisnis A, bilangnya ga laku ah…
Ditawarin jualan di marketplace, bilangnya ah mana mungkin bisa
Ditawarin peluang usaha C, dibilang nanti kalau gagal gimana

Nah, kalau Anda sudah menutup diri untuk menerima peluang, otomatis Anda tidak bisa punya kesempatan untuk menjalankan bisnis.

Saya pernah bilang, kenapa orang miskin tetap miskin sedangkan yang kaya semakin kaya? Semua karena mindset & mentalnya.

Tahu kapan harus menerima peluang, terbuka sama informasi, dan rela membayar mahal untuk belajar & tumbuh.

Jadi, kalau memang serius ingin jadi pengusaha, belajarlah skill untuk jadi pengusaha,

Sampai saat ini saya ga pernah berhenti belajar. Workshop – workshop selalu saya ikuti, terus sekarang udah mulai rutin baca buku meski saya ga suka tapi saya coba ( haha )

Beberapa teman – teman yang ikut belajar di pasukanalona.com sebenarnya sadar, kalau mereka belum ada skill untuk bisnis online, makanya mereka belajar.

Sama juga dengan Anda, kalau ga punya skill, belajar habis – habisan disana. Sampai skill Anda bisa ditukar dengan uang.

Gitu kira – kira,

Jadi, kesimpulannya… kita harus terus belajar, supaya kita bisa jadi pengangguran & bisnis bisa menghasilkan ya !

Bedanya kalau orang – orang nganggur cari kerja, Anda harus nganggur kemudian besarkan usaha. Hehe

Ingat ga, kenapa ada orang – orang yang berhasil membangun Multiple Stream of Income?

Punya income yang banyak dari berbagai jenis bisnis gitu? Karena mereka melihat peluang dan punya skill untuk menghasilkan uangnya.

Kenapa juga orang bisa jalanin bisnis tapi bisnisnya bisa jalan tanpa kehadiran orang tersebut? Karena ia punya skill untuk membangun sistem dalam perusahaan

Kalo skill ga punya ya ga bisa sampe segitunya.. Makanya perlu belajar lagi…

Bagi saya, sukses itu = skill + opportunity + effort to action.

Kalau skill ada, bisa ngelihat peluang, kemudian dia action gila – gilaan disana sudah pasti sukses

dan, semesta selalu mendukung, apa yang kita lakukan akan berbuah pada apa yang kita percaya. Itu sebuah belief system dan sudah saya buktikan

Semoga Anda bisa jadi pengangguran & sukses segera !

Share JIka Bermanfaat !

Rahasia binsis telkomsel omset trilunan

PERLAWANAN HACKER terhadap TELKOMSEL : KISAH KESERAKAHAN BISNIS BERNILAI 28 TRILIUN

Sumber asli tulisan dari blog saya sendiri : www.strategimanajemen.net

Jumat minggu lalu, website Telkomsel sukses diretas oleh hacker yang tampaknya marah dengan kebijakan harga data Telkomsel yang dianggap kurang bersahabat.

Langkah hacker itu tampaknya mewakili segenap perasaan netizen yang mungkin kebetulan juga pelanggan Telkomsel.

Dibalik tragedi hacking Telkomsel itu terkuak pelajaran krusial tentang keserakahan bisnis dan hak konsumen yang terabaikan.

Kalimat-kalimat sang hacker yang sempat menodai web Telkomsel itu memang terasa sarkas.

Berikut petikannya : “Fuck Telkomnyet : Pegimane bangsa Endonesa mau maju kalo internet aja mahal……Murahin harga kuota internet, Nyet”.

Namun kalimat vulgar yang dimuntahkan hacker itu mungkin layak direnungkan.

Faktanya, tahun 2016 lalu, profit Telkomsel tembus angka Rp 28 triliun – sebuang angka yang teramat masif. 28 triliun adalah benar-benar angka profit yang mencengangkan.

Dengan laba sebesar itu, Telkomsel menjadi perusahaan dengan profit TERBESAR di Indonesia, mengalahkan laba BRI yang besarnya Rp 25 triliun atau berapada pada posisi kedua tertinggi.

Laba bersih 28 triliun itu diraup melalui pendapatan total Telkomsel pada tahun 2016 sebesar Rp 86 triliun.

Itu artinya net profit margin Telkomsel berada pada angka 32% – sebuah angka yang agak gila untuk perusahaan raksasa sebesar mereka. (Net profit margin adalah perbandingan antara net profit dengan total pendapatan).

LUMAYAN GILA, sebab rata-rata profit margin perusahaan telco di seluruh dunia hanya 11%. Di Asia, rata-rata profit margin perusahaan layanan telco juga hanya 20an%.

Sebagai contoh Singtel (Singapore Telecom) yang juga pemilik 35% saham Telkomsel hanya punya net profit margin sebesar 21% – jauh dibawah Telkomsel.

Sementara profit margin Telstra Australia hanya 20%; Telco Thailand (AIS) 21%; Telco Phillipina (PLDT) hanya 17% dan profit margin China Mobile hanya 15%.

Dari angka diatas, dapat diartikan profit margin Telkomsel jauh diatas rata-rata dunia, 3 kali lipatnya. Atau jika dibanding Asia, lebih tinggi 50%.

Ada sebuah kalimat yang layak ditabalkan manakala profit margin bisnis Anda sangat eksesif, atau jauh diatas normal. Kalimat itu adalah : karnaval keserakahan bisnis yang amat menggetarkan.

Faktanya, profit margin Telkomsel memang selalu tampak eksesif, dengan rincian sbb :

Profit Margin Telkomsel 2014 : 29% (Laba 19 triliun, pendapatan 66 triliun)
Profit Margin Telkomsel 2015 : 29% (Laba 22 triliun, pendapatan 76 triliun)
Profit Margin Telkomsel 2016 : 32% (Laba 28 triliun, pendapatan 86 triliun)

Artinya dari tahun ke tahun, profit margin Telkomsel nampak makin menggurita. Dan angka margin 32% untuk sebuah bisnis dengan penghasilan 86 triliun adalah SEBUAH KEAJAIBAN ANEH DUNIA.

Bahkan profit margin Apple (perusahaan paling inovatif dan paling mahal di dunia) hanya 21%, sementara net profit margin Google juga berada pada angka 22%.

Dengan kata lain, nafsu Telkomsel untuk meraup profit sebesar-besarnya terasa sangat mencolok. Meraup margin yang sangat eksesif, 32%, ibarat rentenir yang memasang bunga mencekik kepada pelanggannya. Tak peduli kasi harga mahal buat pelanggan.

Wajar jika hacker marah.

Seperti biasa, Telkomsel akan berkilah : kita butuh dana masif untuk membangun infrastruktur telekomunikasi dan menjaga stabilitas koneksi, dan blah blah lainnya. Paham. Poinnya bukan ini.

Poinnya adalah kenapa Telkomsel tega menghisap margin hingga 32%, sebuah angka yang jauh diatas rata-rata industri telco dunia dan Asia. Sebuah angka yang amat eksesif dan abnormal.

Bahkan dengan hanya margin 20% pun, sebenarnya Telkomsel tetap akan untung besar dan semua dana pembangunan infrastruktur (capital expenditures) akan tetap DAPAT DIPENUHI.

Yang muram adalah : jika alasan butuh dana besar untuk membangun jaringan hanya KAMUFLASE untuk menutupi nafsu keserakahan mereka.

Nafsu agar profit margin diatas 30% yang abnormal itu bisa tetap mereka raup. Sekali lagi, tanpa peduli apakah harganya terlalu mahal atau tidak.

Kita tidak mengharap margin Telkomsel harus turun menjadi cuma 7% atau bahkan 11% (sesuai rata-rata industri telco dunia). NO.

Tapi please, jangan berlagak seperti rentenir yang dengan santai mencekik dan menghisap darah pelanggannya, demi nafsu mempertahankan profit margin diatas 30%. Sebuah angka yang sekali lagi, jauh ditas rata-rata industri telco Asia dan dunia.

Yang muram adalah 35% saham Telkomsel dimiliki Singtel. Artinya 35% dari total profit Rp 28 triliun (atau setara Rp 9,8 triliun masuk kantong negara Singapore).

Pelanggan Telkomsel jadi seperti terpelanting dua kali. Yang pertama, terus dihisap demi nafsu mempertahankan margin abnormal diatas 30%. Dan yang kedua, ikut menyumbang hampir 10 triliun demi kepentingan kas negara lain.

Hidup jadi terasa agak pahit.

Betapapun margin 32% atau jauh diatas rata-rata industri telco Asia dan dunia itu layak dicermati dengan serius. Serangan hacker minggu lalu adalah wake up call.

Mungkin KPPU atau Komisi Pengawasan Persaingan Usaha perlu turun menelisik, apakah nafsu mempertahankan margin eksesif itu telah berakibat merugikan kepentingan jutaan pelanggan Telkomsel. Dan kenapa profit margin harus terus berada pada angka abnormal?

Sekali lagi, poinnya bukan anti profit – sebab profit adalah oksigen bagi sebuah bisnis.

Yang ingin kita gugat adalah : nafsu maksimalisasi profit hingga ke angka yang ekstrem, dan mengorbankan hak-hak pelanggan untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Kalau saja Telkomsel mau menurunkan profit margin menjadi 23% sd 25% (sedikit diatas standar Telco Asia), dan bukan terus diatas 30%, maka margin inipun tetap relatif tinggi.

Margin 23% atau 25% adalah angka yang lebih masuk akal. Penurunan margin ini juga TIDAK AKAN sampai membuat Telkomsel kekurangan dana untuk membangun jaringan. Mereka tetap akan untung masif.

Dan pada saat yang bersamaan, penurunan profit margin ini bisa dialokasikan untuk kepentingan pelanggan. Bisa berupa penawaran harga yang lebih terjangkau. Atau penambahan kuota data tanpa menambah biaya, dan penambahan kecepatan data. Atau juga pemerataan layanan data secara lebih masif. Win-win solution.

Sekali lagi, serangan hacker itu adalah sebuah wake up call bagi manajemen Telkomsel untuk men-desain ulang strategi finansial mereka.

Mempertahankan profit margin diatas 30% mungkin akan makin memperkaya Telkomsel. Namun nafsu maksimalisasi profit abnormal ini hanya akan membuat kantong jutaan pelanggannya terus tercekik.

Mungkin itulah contoh kelam tentang extreme capitalism yang terlalu rakus. Dan mungkin karena itu pula, sang hacker menulis slogan heroik : Fuck Telkomnyet!!

Kenapa lamborgini tidak pernah iklan di TV

Dari gambar ini, saya belajar beberapa hal :

1. Jika kita ingin memasarkan produk kita, pahami dulu siapa calon pelanggan kita termasuk kebiasaan mereka sehari-harinya.

2. Orang kaya tidak pernah menghabiskan waktu mereka di depan televisi karena mereka sadar Television Kills Productivity!

3. Jika ingin mancing ikan monster, umpannya juga harus monster! Kita tidak bisa mancing ikan monster dengan umpan cacing yang unyu2.

4. Iklan sebagus apapun jika salah sasaran tetap 0 hasilnya.

5. Hanya orang yang bermimpi punya mobil ini yang bakal share postingan ini 😂😂😂

Tinggalkan komentar apa yang bisa Anda pelajari dari gambar ini?

Rejeki kejarlah dengan cara yang baik

Tadi pagi, diantara beceknya pasar tradisional, aku mengantri untuk dilayani, di tukang ikan.

“mahal amat, kurangi deh, ikan kayak gini, udah nggak segar,”tawar ibu berambut hasil rebonding itu.

“25ribu itu udah pas Bu, karna udah siang, kalo pagi, nggak kurang dari 30ribu,”jawab ibu penjual ikan.

“Ahhh 20ribu kalo mau, udah sisa-sisa jelek begini kok,” tawar si ibu rebonding.

Mata tua penjual ikan mengerjap pelan, mata tua yang selalu mengundang iba, menatap dagangannya. Masih bertumpuk. Hari mulai beranjak siang. Sebuah anggukan ia berikan. Menyerah pada keadaan. Hidup, tak memberinya banyak pilihan.

Dan tangan tua keriput itu mulai menyisik ikan. Ujung jari melepuh terlalu lama terkena air. Beberapa luka di jari tertusuk tajamnya duri ikan, cukuplah sebagai bukti, bahwa kehidupannya bukanlah kehidupan manis bertabur mawar melati.

Dunia,

Kenapa kita sedemikian kejam pada orang yang lemah? Mengapa di sebagian semesta diri, kita begitu puas jika berhasil memenangkan penawaran pada orang orang yang sudah terseok-seok mencari makan?

Apa yang kita dapat dari hasil menawar ? 3 atau 5 ribu?

Akan kaya kah kita dgn uang segitu? TIDAK.

Uang mungkin terkumpul, tapi keberkahan hidup nggak akan didapat. Bisa jadi, saat memasak, lupa, lalu gosong dan terbuang, kerugiannya lebih dari 5 ribu. Atau bisa jadi, saat masakan udah matang, anak anak malah kehilangan selera makan, dan minta dibelikan ketoprak atau apalah, sehingga uang yg 5 ribu tadi abis juga, capek memasak nggak dihargai oleh anggota keluarga.

Apalagi menawar dengan bahasa yg tidak baik. “ikan kayak gini, udah nggak segar, ikan kayak gini, sisa-sisa udah jelek begini,”

Omongan adalah doa. Setelah deal membeli, bisa jadi ikan itu memang membawa pemakannya menjadi tidak segar, atau ikan itu membawa kejelekan bagi pemakannya. Hati hati dengan lisanmu, doa seseorang menggetarkan langit, kalimat yg burukpun bisa menggetarkan langit.

Aku belakangan ini mencoba konsisten menerapkan untuk tidak pernah menawar pedagang kecil. Dengan menulis ini, saya bukannya tidak paham dengan konsekuensi, akan banyak yg menilai “ahh amal baik kok di publikasikan, riya’, nggak dapat pahala,”

Baik, soal pahala atau tidak, biarlah menjadi urusan Allah. kalau karena menuliskan hal ini, aku dianggap riya, lantas kehilangan pahala atas hal itu, aku ikhlas. Hanya berharap, semoga tulisan ini mampu membelai banyak hati yang lain, kemudian menjadi konsisten untuk tidak pernah lagi menawar ke pedagang kecil.

Mari kita mulai, membangun perekonomian pedagang kecil.

Saat kita masih meringkuk di kamar ber AC, jam 3 dini hari, kala tubuh masih dibalut oleh selimut wangi dan jiwa dibuai mimpi, ibu tua pedagang ikan itu sudah berkubang dengan aroma ikan, mengangkat ikan berbaskom baskom, menyentuh es batu, mengeluarkan isi perut ikan, dll. Sungguh bukan kehidupan yang gampang.

Apa ruginya kalau kita melebihkan bayaran, atau minimal, tidak menawar atas harga yg telah dia tetapkan.

Dalam hidup, aku merasakan, selalu di beri kejutan kejutan oleh Allah, Sang Pemilik seluruh kerajaan.

Dalam 3 hari ini, Karena sibuk kerja, menulis, menjaga anak –anak, aku nggak sempat upload foto gamis jualanku, namun seseorang tetap membeli 3 potong gamis yg dulu pernah aku upload, transaksi 1.620.000. Aku dapat untung 120ribu. Alhamdulillaah. Tapi Allah melimpahkan cintaNya dengan menggerakkan hati si pembeli gamis untuk mentransfer lebih. yg dia transfer 2.2 juta. Untung 120ribu berubah menjadi 700 ribu.

Tadi pagi, pembeli buku dari banjar masin, mentransfer 300ribu, seharusnya hanya 121ribu. Lagi lagi, Allah mengirim sayang-Nya dengan cara tak terduga.

Apakah rejeki hebat ini buah dari doa-doaku?

Belum tentu.

Ini bisa jadi, adalah doa dari ibu si tukang ikan, atau bapak penjual tahu, atau ibu tukang giling bumbu, atau bapak tua penjual pisang,dll yang pernah bertransaksi jual beli dengan ku.

Saat kita tak menawar, mereka ikhlas bilang “terima kasih”.

“terima” dan “kasih”. Mereka menerima. Lalu malaikat menerbangkan doa mereka, mengetuk pintu langit, dan kita kelimpahan “kasih-Nya”.

Bukankah sudah jelas, tak ada sekat antara dhuafa dengan Rabb-nya, bahwa doa kaum dhuafa, doa orang yg papa, adalah doa yang mampu mengetuk pintu langit.

Lantas kenapa kita mampu memberi kado pada teman yg melahirkan seharga ratusan ribu, atau membelikan kado ulang taun ratusan ribu pada anak teman yg merayakan ulang taun di mall , bukankah mereka sudah kaya, kado kado ratusan ribu itu mereka bisa membeli sendiri.

Sementara kita begitu berhitung pada mereka yg telah menggadaikan jam tidur dan tenaga, mereka yang terseret seret oleh arus nasib kejamnya jaman untuk sekedar mencari uang sebagai bekal pelanjut hidup.

Aku sangat yakin pada seluruh ajaran dalam nilai yang aku imani. Ketika kita memudahkan urusan orang, Allah akan memudahkan urusan kita. Ketika kita memberi satu, Allah akan membalas ratusan kali lipat. Balasan rejeki tak hanya dalam bentuk materi yg terukur. Bisa dalam bentuk hati yg selalu gembira. Meski sederhana, tapi hati nggak pernah gundah. Nggak pernah grasak grusuk cemas panik sampai menyerobot rejeki orang. Meski pas pasan, tapi makan enak, tidur sealu nyenyak, itu adalah rejeki yang tak terbilang harganya.

Buktikan saja. Jangan sesekali menawar pedagang kecil. Selalu mudahkan urusan orang lain. Jangan abiskan waktu untuk tawar menawar sampai alot, simpan waktu dan tenagamu untuk hal-hal yg lebih bermanfaat. Waktu buat tawar menawar dipangkas, jadikan itu waktu untuk bersujud di kala dhuha, atau untuk membaca alquran agar tentram jiwa dan raga.

Soal rejeki, kejarlah dengan cara yg baik. Serahkan hasilnya hanya pada Allah semata.

Soal menghemat, bukan dengan cara menawar keras pedagang kecil, jangan ditawar, maka Allaah akan aktif mengisi ‘tabungan’ kita.

Dan kita akan dibuat takjub oleh cara ‘tangan’ Allah bekerja.

Akan banyak kejutan cinta dari Yang Kuasa.

yakin seyakin yakinnya, karena Allah, tak pernah sekalipun ingkar janji..( tp berusaha luruskan niat ya. Urusan reward dan pahala biar jd urusan Allah )

Rahasia beli mobil

Demi Misi Rahasia

Sebelum beli mobil, dulu saya pernah dateng ke showroom untuk lihat – lihat. Datang dengan bermodalkan kaos polos & sendal jepit, saya penasaran gimana sih rasanya naik mobil secara belum punya mobil hasil keringat sendiri.

Alhasil saat mau coba test drive saya malah ga dipandang & dilayanin sama salesnya, mungkin karena mereka tahu saya cuma liat doang ga beli ya haha tapi ya gpp.. Tahun demi tahun saya lewati, masih tetep kaosan & sendal jepit, akhirnya saya beli mobil ini cash tunai karena ga mau hutang – hutangan.

1 of my dream come true.. 🤸‍♂️ Mungkin ini yang namanya proses tak akan mengkhianati hasil. Bagi sebagian orang mungkin mobil ini ga ada harganya, bagi sebagian lainnya ini berharga banget sebagai salah satu bentuk self reward atas pencapaian goal dalam karir.

Tapi bagi saya ini mobil saya beli buat sebuah misi khusus yg blm mau saya share di grup, misi ini ada hubungannya sama networking dan kepentingan lain dalam bisnis saya

Buat gengsi? Aduh… urat gengsi saya sudah putus…

Yang jelas berjuang aja terus, sampe keringat itu jadi sebuah cerita indah 🙂 Jangan nanya gimana cara belinya, yang jelas asal masih punya otak & rajin mandi pakai lifebuoy pasti bisa kok haha

Sukses untuk kita semua
Rico Huang

Orang tua tidak menyetujui Anda menjadi entrepreneur

Banyak sekali teman-teman saya di komunitas bit.ly/bisnisforum yang ingin menjadi entrepreneur tapi ditentang oleh orang tua.

Atau mungkin Anda salah satunya?

Kita memang tidak diajarkan untuk menentang orang tua. Tapi terkadang menjalankan bisnis yang menjadi passion kita itu lebih menyenangkan daripada harus menekuni profesi lain.

Lebih menyenangkan lagi jika orang tua sudah merestui bisnis kita. Jika belum, coba ikuti tips ini supaya orang tua yakin dan mau mendukung bisnis Anda :

SETTING GOAL JANGKA PENDEK

Anda punya impian memiliki perusahaan level nasional dari bisnis Anda tapi orang tua justru menentang dan meremehkan?

Ya jangan memaksakan memberikan penjelasan panjang lebar tentang impian besar Anda tersebut.

Pecah impian besar Anda menjadi goal kecil-kecil.

Misalnya, dalam waktu 6 bulan Anda harus memiliki omset sekian puluh juta dalam sebulan, atau profit sekian puluh juta dalam sebulan.

Buat goal pendek yang realistis, dan capailah goal tersebut.

Tunjukkan bahwa Anda berhasil mencapai goal Anda dan katakan bahwa ke depannya, Anda bisa meraih goal-goal Anda yg lain.

TUNJUKKAN PERKEMBANGAN BISNIS

Perkembangan bisnis apapun, mulai dari penambahan jenis produk, peningkatan jumlah pelanggan, atau peningkatan omset, coba ceritakan kepada mereka.

Siapa tahu lama-kelamaan orang tua jadi luluh dan ikut mendukung karena yakin Anda pasti sukses.

PENUHI IMPIAN ORANG TUA LEWAT BISNIS ANDA

Orang tua Anda ingin umroh atau membeli kendaraan baru?

Atau mereka punya impian yg lain?

Penuhi impian mereka dengan hasil dari bisnis Anda.

Yakin, orang tua Anda pasti luluh.

CIPTAKAN PRESTASI, TUNJUKKAN PADA ORANG TUA

Ketika Anda menjadi entrepreneur, ada banyak kesempatan untuk mengukir prestasi.

Mulai dari mencoba mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas keberhasilan bisnis Anda, mengikuti lomba entrepreneur, bisnis Anda diliput di Koran, dsb.

Tunjukkan prestasi itu kepada orang tua. Lama kelamaan, mereka bakal menyadari bahwa bisnis Anda bagus, dan bisa turut mengharumkan nama orang tua.

Lama kelamaan, mereka akan turut mendukung bisnis Anda.

DOAKAN ORANG TUA ANDA

Cara terakhir yang juga cukup ampuh.

Doakan orang tua Anda setiap hari selepas ibadah rutin.

Mintalah kepada Tuhan supaya mengetuk hati orang tua Anda agar mereka mau ikut serta mendukung Anda dan mendoakan kesuksesan Anda.

Salah satu faktor langit yang mampu menunjang kesuksesan dan keberlimpahan rezeki Anda adalah adanya keterlibatan dukungan orang tua pada bisnis Anda.

Selain ibadah dan sedekah, doa orang tua terkenal sangat manjur dalam mengantarkan kesuksesan anak-anaknya.

Jika orang tua belum menyetujui Anda berbisnis, jangan ngotot memaksa mereka mendukung Anda saat itu juga.

Kerja, kerja, kerja, dan tunjukkan progress-progress positif Anda kepada mereka.

Bisa jadi saat ini orang tua tidak menyetujui karena takut Anda bangkrut. Takut Anda merugi. Atau takut bisnis tidak berkembang.

Tapi coba tunjukkan angka kenaikan omset dan profit Anda pada mereka.

Orang tua pasti tidak takut lagi dan berubah mendukung Anda.

Selamat berjuang mendapatkan restu orang tua, yah.

Kerja, kerja, kerja, lalu tunjukkan hasilnya.

Semoga bermanfaat!

Rico Huang
Founder Alona