Jangan Terlalu Memikirkan Gengsi

GENGSI !

Di era yang serba sosial media ini, banyak orang terjebak dalam kata “gengsi”.

Orang yang terjebak dengan gengsi ini rela mengeluarkan banyak uang. Bahkan bisa aja tuh berhutang hanya untuk mendapatkan kata “wow” dari orang lain.

Orang yang terjebak dalam rasa gengsi, berapapun pendapatannya tidak akan pernah cukup menopang gaya hidupnya.

Sudah sering saya bilang, rumus pengusaha sukses itu = pengeluaran lebih KECIL daripada pendapatan. Supaya tidak berat sebelah.

Kebanyakan hal yang dilakukan orang -orang pengeluaran digedein, pendapatan dikecilin.

semakin besar incomenya, maka semakin besar pula pengeluaran untuk gaya hidupnya, bisa berupa handphone keluaran terbaru, kredit mobil agar terlihat keren, dan makan ditempat-tempat mewah agar terlihat “wah”. Halah

Ingat, orang kaya itu pintar memanage uang, bukan menghamburkan uang!

Orang yang kaya beneran justru hidupnya sederhana, karena mereka adalah orang kaya, bukan orang yang ingin terlihat kaya!

Hati-hati terjebak dalam hedonic treadmill, suatu istilah bagi orang yang doyan mengejar kekayaan.

Orang yang terjebak syndrome ini memiliki kebiasaan.

– income 5juta/ bulan udah mikir buat nyicil motor
– income 10juta / bulan udah nyicil mobil
– income 20jt / bulan udah nyicil rumah.

Duitnya habis buat nyicil & casing.

Mereka terjebak dalam dogma bahwa kebahagiaan adalah hal yang bisa dicapai saat memiliki kekayaan.

Padahal saat mereka memiliki sesuatu yang lebih mahal, rasa bahagianya hanya seminggu, setelah itu hilang rasa semu itu.

Bahagia itu tujuan, kekayaan itu jalan & bonus.

Jangan sampai terjebak menganggap kekayaan = kebahagiaan.
karena hal ini akan membuat Anda terjebak dalam kesemuan yang menghancurkan.

Pertahankan gaya hidup sederhana, saat income bertambah investasikan kepada hal yang bermanfaat untuk bisa menghasilkan uang kembali, bukan digunakan untuk memuaskan nafsu kegengsian.

Saya malah ngabisin uang untuk beli buku, ikut seminar & pelatihan. Kadang saya bayar makan kalau ketemu orang sukses untuk belajar.

Hal itu saya lakukan agar pikiran saya bertumbuh, karena income berbanding lurus dengan kapasitas pikiran.

Bedakan menjadi kaya dan terlihat kaya

Share Ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *